13 Februari 2022

Ingin Cepat Terkenal? Jadilah Jamet Madura

Daftar Isi [Tutup]

    "Jamet Madura" adalah frasa yang cukup akrab di platform video. Jika kita mengetik kata "jamet" di YouTube, kata turunannya yang bakal muncul salah satunya adalah "jamet Madura". Itu artinya, frasa ini banyak ditonton atau dicari orang. YouTube lalu menyimpannya sebagai saran kata pengetikan.

    Jamet Madura sebetulnya sudah lumayan lama diperbincangkan. Setidaknya sekitar setahunan yang lalu. Tapi, sampai saat ini selalu ada yang membicarakannya. Sudah pasti karena makhluk ini tetap ada atau bahkan berkembang. Kelakuannya yang aneh-aneh membuatnya selalu layak diulas.

    Saya tidak tahu pasti apa definisi jamet Madura. Yang bisa saya sampaikan hanyalah karakter ataupun gaya mereka dalam membuat konten video. Umumnya mereka mengunggah video tersebut di Tiktok. Mungkin karena kurang laku kalau di YouTube.

    Jamet Madura identik dengan rambut panjang, kadang dengan jambul di bagian atas. Pakaiannya kaos yang ukurannya besar, biasanya memanjang menutupi sebagian paha, dipadu dengan celana ketat.

    Mereka membuat konten joget-joget dengan bermacam-macam gaya dan diiringi musik ala-ala DJ jedag-jedug. Yang membuat berbeda dari video normal pada umumnya, mereka membuat konten di tempat yang jarang dilakukan orang, misalnya di kandang sapi, di atas galon, di tempat nguli, dan sebagainya.

    Mungkin karena merasa aneh ada orang meliuk-liuk di atas galon atau di depan sapi, sebagian kreator konten dari Jakarta membahasnya, lebih tepatnya nertawakannya. Karena itu, kian terkenallah mereka, semakin kokoh pula frasa ini dalam langgam algoritma.

    Bagi kita orang Madura, eksposur dari kreator konten Ibu Kota ini sebetulnya adalah peluang. Ya, tidak salah, peluang. Kita tahu, kepopuleran seorang tokoh saat ini terkadang sebagian besar disumbangkan oleh peran algoritma. Orang membuat kekonyolan di media sosial, kalau algoritma menghendakinya, pembuatnya akan terkenal. Lihat saja akun-akun yang disebut jamet Madura itu, pengikutnya bisa puluhan bahkan ratusan ribu.

    Lalu, bagaimana cara memanfaatkan kepopuleran jamet Madura ini? Masuklah ke dalamnya.

    Saya ingin menawarkan sebuah strategi. Modalnya cuma dua: ketebalan muka dan kreativitas.

    Pertama, ketebalan muka. Kita tahu, jamet Madura terkenal karena ditertawakan orang, bukan karena kelucuannya, tapi karena keanehannya. Untuk itu, ketika Anda mau masuk di dalam iklim mereka, hal pertama yang akan Anda terima adalah hujatan dari orang-orang. Tapi tenang, Anda tidak perlu patah semangat karena Anda punya simpanan peluru yang belum dilesakkan, yaitu kreativitas.

    Semakin Anda sering dihujat, semakin banyak orang yang mengenal Anda. Bacalah hal tersebut sebagai keuntungan, bukan kebuntungan. Buatlah konten yang bahkan lebih absurd dari konten-konten jamet yang sudah beredar. Misalnya, Anda menari-nari di tengah-tengah pasar hewan yang sedang ramai. Atau, menari-nari sambil berak. Pokoknya buat sesuatu yang konyol. Itu akan membuat Anda lebih dikenal ketimbang jamet-jamet Madura yang lain.

    Kedua, kreativitas. Setelah kepopuleran didapatkan, saatnya Anda mulai mengubah citra secara perlahan-lahan. Ubah image negatif itu menjadi positif dengan cara membuat konten-konten kreatif. Maksimalkan kreativitas Anda agar orang tersentak bahwa Anda ternyata tidak sekonyol yang mereka lihat selama ini. Kreativitas ini perlahan-lahan akan membuat pengikut Anda berubah pikiran. Anda tidak lagi dikenal sebagai jamet yang absurd dan konyol.

    Mengapa harus menjadi jamet Madura dulu sebelum menjadi kreatif? Kenapa tidak langsung membuat konten-konten yang kreatif saja tanpa mempertaruhkan harga diri?

    Hei, Kawan! Ini era algoritma. Kreativitas kadang kalah populer dengan kekonyolan. Bisa saja sebetulnya langsung membuat karya-karya kreatif, tapi prosesnya bisa sangat lama karena itu artinya kita bergerak sendirian. Kalau kita menjadi jamet Madura dulu, itu seperti kita menumpang kereta cepat. Kemungkinan sampainya di tempat tujuan lebih cepat ketimbang naik sepeda ontel sendirian.

    Bagaimana? Mau jadi jamet Madura? Kalau saya sih nggak.

    Lenteng Barat, 12-13 Februari 2022

    Baca Juga

    2 komentar: