16 Januari 2022

Notifikasi Ponsel dan Kerja Ajaibnya

Daftar Isi [Tutup]
    notifikasi apliasi whatsapp dan facebook

    Notifikasi ponsel adalah penemuan ajaib dunia teknologi. Ini fitur penting yang dibutuhkan oleh banyak pencari duit di internet. Beragam aplikasi hampir selalu memasang fitur ini, walaupun tidak semua pengguna ponsel menyukainya, salah satunya adalah saya.

    Konsep awal notifikasi sama dengan bel, yaitu memberitahu. Di dunia ponsel pintar, bel itu lalu dimodifikasi sedemikian rupa. Yang hadir tidak lagi hanya suara, melainkan juga sebuah ringkasan tulisan dan kadang ditambah gambar atau video. Isinya bergantung dari jenis aplikasinya. Kalau aplikasi pesan instan, biasanya ringkasan chat. Kalau e-commerce, biasanya promosi.

    Pada awalnya, notifikasi mungkin hanya bersifat memberitahu. Namun, belakangan ia berkembang seiring penelitian-penelitian yang mengiringinya, yang tidak hanya menyangkut masalah teknologi, melainkan juga psikologi. Kenapa notifikasi WhatsApp dan Facebook warnanya merah menyala? Ternyata hal itu merupakan buah dari penelitian. Warna merah memicu orang untuk memandangnya. Merah adalah warna mencolok, cenderung mendominasi. Maka wajar ketika orang merasa ingin segera membukanya.

    Perkembangan notifikasi ternyata tidak hanya soal warna. Kini sudah merambah ke hal-hal lain, misalnya ikon atau tulisan yang muncul di notifikasi tersebut. E-commerce misalnya terkadang membuat ikon yang menyerupai ikon telepon berdering. Hal tersebut sengaja dibuat agar orang yang menerima notifikasi merasa sedang ditelepon seseorang yang artinya harus segera diangkat.

    Dari sisi tulisan, terkadang muncul judul aneh-aneh yang mengundang orang untuk membukanya. Contohnya macam-macam. Di e-commerce yang sering digunakan, misalnya, "Diskon 90% bla bla bla". Ketika dibuka ternyata maksimal diskonnya cuma Rp. 10.000,-. Kalau aplikasi berita, biasanya judul-judul bombastis yang selalu muncul. Misalnya, "Anya Geraldine Jadi Pelakor". Setelah dibuka, isinya ternyata hanya cerita di sebuah film. 

    Makin ke sini, notifikasi ponsel ternyata tidak hanya bersifat memberitahu, tapi lebih bersifat mengajak atau menggoda. Ya, namanya juga promosi. Apa pun akan selalu dilakukan agar orang tetap tertarik untuk membukanya.

    Sebagaimana dijelaskan di awal, saya termasuk orang yang tidak suka dengan notifikasi yang terlalu banyak. Hampir sebagian besar notifikasi di ponsel saya nonaktif. Saya cenderung risih dengan notifikasi yang bertubi-tubi. Tidak enak rasanya melihat ponsel penuh dengan "sampah". Saya memang menyukai tampilan yang bersih atau minimalis. Karenanya, setiap ada notifikasi, saya selalu membersihkannya.

    Selain itu, notifikasi juga sering mengganggu konsentrasi. Ketika fokus pada satu pekerjaan, lalu muncul notifikasi ponsel, pikiran menjadi tidak fokus. Ingin sekali membukanya. Ketika dibuka, saya kerap lupa untuk melanjutkan pekerjaan. Lebih asyik berselancar di internet. Padahal tadinya cuma ingin memeriksa isi notifikasi. Tapi ternyata sudah melanglang buana ke hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan notifikasi tersebut.

    Begitulah, notifikasi terkadang bisa menjadi distraksi. Jika kalian mudah terpecah konsentrasinya seperti saya, mematikan notifikasi di ponsel bisa menjadi sedikit cara untuk mempertahankan konsentrasi kita.

    Lenteng, 16 Januari 2022


    Baca Juga

    Tinggalkan Komentar