27 Desember 2021

Betapa Ribetnya Menulis di Ponsel

Daftar Isi [Tutup]


    Dua tahun lalu saya divonis gangguan pencernaan akut. Efeknya benar-benar menyiksa, perut tidak enak, kepala pusing, dan kuping berdengung. Saya tidak bisa ke mana-mana. Di kamar terus-terusan.

    Apakah tidak bosan? Tentu Anda tahu jawabannya. Sudah pasti bosan.

    Untungnya ada ponsel. Ia teman yang baik, walaupun kadang bikin pusing kalau lama menontonnya. Televisi, komputer, laptop, semuanya menganggur. Mata dan kepala saya tidak akrab dengan resolusi cahayanya. Bikin pusing dan mau muntah. Ponsel pun harus disetting ke cahaya paling rendah.

    Awal-awal sakit, saya hanya bisa menikmati video dan tulisan pendek. Artikel panjang bikin sakit kepala. Alhamdulillah, akhir-akhir ini mulai membaik. Saya bisa membaca tulisan yang agak panjang. Tapi, bukan yang panjang-panjang amat.

    Saya juga mencoba mulai menulis, kegiatan yang sudah sangat lama vakum. Ya, walaupun tulisannya ecek-ecek. Tidak apa-apa. Siapa tahu menjadi terapi. Sebab, selain sakit pencernaan, saya juga kena anxiety. Mungkin anxiety-nya bisa berkurang. Tapi, entahlah. Saya tidak tahu. Saya cuma ingin menulis.

    Namun, menulis di ponsel jelas tidak sama dengan di komputer. Layar yang kecil punya pengaruh besar. Di komputer, saya bisa bebas membaca ulang atau mengedit. Antar paragraf gampang dijangkau. Di ponsel, harus scroll berulang-ulang. Ini merepotkan. Apalagi bagi saya yang sakit. Susah konsentrasi. Alhasil, banyak tulisan yang tidak nyambung. Kadang diulang-ulang. Kadang kalimatnya rancu.

    Selain soal layar, keyboard di ponsel juga kecil. Ketikan banyak yang salah. Harus sering dihapus. Ketik lagi. Begitu seterusnya. Sehingga jalannya otak sering lebih cepat ketimbang jalannya tangan. Kalimat yang muncul di kepala kerap ketelisut. Tidak bisa cepat dieksekusi oleh tangan.

    Keyboard Google tidak banyak membantu. Walaupun ada fitur saran kata, lebih sering malah mengganggu konsentrasi karena harus memilih beberapa kata yang disarankan. Kadang sarannya juga tidak sesuai, sehingga harus mengetik huruf lebih lengkap.

    Tapi, apa pun itu, saya akan tetap menulis. Kalau lagi mood tentunya. 😀

    Baca Juga

    Tinggalkan Komentar