Saya bukanlah gamer. Satu-satunya game yang sering saya mainkan adalah catur. Bukan. Bukan karena tren Dewa Kipas. Jauh sebelum itu saya sudah bermain catur, meskipun tidak terlalu intens. Jadi, saya bermain sekadar ngisi waktu luang saja. Mainnya juga bukan dengan orang, melainkan bot. Tentu saja saya main di level 1 dan 2. Sebab bermain di level 3, 4, apalagi 5, membuat skill saya terlihat sangat mengenaskan. Maaf saja, saya mau bermain, bersenang-senang, bukan untuk menjadi terhina. Jadi, level 1 dan 2 adalah pilihan terbaik untuk menjaga marwah.

Setelah heboh soal Dewa Kipas, saya jadi tahu kalau ada aplikasi catur bernama Chess.com. Sebelumnya, saya hanya bermain di aplikasi Chess Free. Chess.com ternyata lebih seru bagi saya karena lebih nyaman. Di sana saya juga dengan mudah bermain bersama manusia, bukan lagi dengan bot. Belakangan, akhirnya saya tahu kalau aplikasi Chess Free juga ternyata bisa bermain secara online dengan orang, tapi saya sudah kadung nyaman dengan Chess.com.

Di Chess.com saya jadi lumayan rajin bermain. Saya bisa bermain dengan beragam orang dari berbagai negara. Ada India, Amerika, Brazil, Jepang, Ukraina, Iran, Indonesia, dll. Hasilnya? Tentu saja saya selalu babak belur.

Walaupun saya selalu keok, tetapi saya mendapati banyak pelajaran dari perbedaan respon antara orang luar negeri dengan Indonesia ketika bermain catur. Saya mungkin sudah ratusan kali bermain dengan orang luar negeri. Tapi tidak satu pun dari mereka yang menghina-hina skill saya. Mereka sering mengakhiri game dengan kalimat, "Good game", baik mereka kalah atau menang. Sebuah pujian yang menampakkan sportifitas.

Berbeda dengan orang Indonesia. Beberapa kali saya main dengan mereka, game baru berjalan di awal saja, mereka sudah ada yang mengirim chat "Ajg". Ketika saya keok, mereka tambah lagi dengan kata-kata "Wkwkwk... cupu". Memang tidak semua mereka suka berkata-kata yang menguras emosi seperti itu, tapi kebanyakan mereka selalu demikian.


Jadi, kalau Anda mau menguji adrenalin dari dua jalur, dari game dan dari bacotan mereka, bermainlah dengan orang-orang Indonesia.

Karena emosi saya mudah tersulut dan ingin hidup lebih tenang, maka saya putuskan untuk tidak bermain dengan orang Indonesia, kecuali kalau saya kenal dengan orangnya. 

Lenteng, Mei 2021

*Ditulis di HP. Mohon maaf jika banyak salahnya.